Danramil 11/Punggelan beserta Anggota melaksanakan Komsos dengan Komponen Masyarakat
Danramil 11/Punggelan beserta Anggota melaksanakan Komsos dengan Komponen Masyarakat
Banjarnegara - Guna meningkatkan tali silaturahmi dan kebersamaan, Danramil 11/Punggelan Kapten Inf Asep Zaenal bersama Forkopimcam dan warga masyarakat, menggelar komsos tentang moderasi beragama bertempat di kantor Koramil 11/Punggelan, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara.
Selasa (26/09/2023).
Pada kesempatan kegiatan Komsos tersebut Danramil 11/Punggelan Kapten Inf Asep Zaenal"Mengatakan, dengan mengusung tema “Moderasi Beragama dan Tantangan Polarisasi di Indonesia”, Moderasi adalah sebuah proses dan toleransi adalah hasil dari proses tersebut. Jadi, masing-masing dari kita perlu introspeksi diri terhadap sikap perilaku kita selama ini, sebab kegagalan kita dalam bertoleransi boleh jadi kegagalan kita juga dalam berpendidikan.
Moderasi merupakan jalan tengah sebagaimana ajaran Islam yang selalu sejalan dengan fitrah manusia, selain itu umat Islam dinilai serasi dan seimbang, Hal ini harusnya juga berlaku di masa-masa sekarang ini dalam mengembalikan kondisi sosial negatif yang tercipta akibat kedua kubu ekstrem yang kurang memahami agama secara kaffah, dan keluar dari konteks ajaran Ketuhanan yang sesungguhnya, akal dan perasaan yang salah dalam mengartikan teks-teks sumber keagamaan.
Pemahaman dan pengalaman keagamaan dinilai ekstrem apabila melanggar nilai kemanusian, kesepakatan bersama, dan ketertiban umum. Ketiga prinsip tersebut menjadi penanda bahwa moderasi beragama berarti menyeimbangkan kebaikan yang berhubungan dengan Tuhan dan kemaslahatan yang bersifat sosial kemasyarakatan.
Ditambahkan Danramil dalam konteks kehidupan beragama yang dimaksud dengan anti kekerasan atau tidak menyakiti adalah tidak berpikir, berkata dan berbuat tentang suatu hal yang dapat mengganggu kerukunan, kedamaian dan kebebasan setiap orang dalam menjalankan aktifitas beragamanya, yakni tidak malanggar hak setiap orang untuk beribadah sesuai keyakinannya, tidak melarang membangun tempat sucinya, tidak menghina kepercayaan lain dan tidak berpikir untuk berkata dan berbuat yang menyakiti orang lain.
Bangsa yang maju berperadaban tinggi bukan hanya dilihat dari tingginya ilmu pengetahuannya, teknologi ataupun kemajuan ekonomi, tetapi yang utama diukur dari tingginya akhlak, moral dan budi pekerti masyarakatnya.
Polarisasi agama akan menjadi tantangan situasi kebangsaan ke depan yang harus disikapi bersama, sehingga kita tetap bersatu dalam merajut “Kebhinekaan Tunggal Ika” untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dengan penguatan moderasi beragama diharapkan agar umat beragama dapat memposisikan diri secara tepat dalam masyarakat multireligius, sehingga terjadi harmonisasi sosial dan keseimbangan kehidupan sosial dilingkungan masyarakat khususnya wilayah Punggelan"Tutup Danramil.
What's Your Reaction?